Berikut contoh kasus yang pernah
terjadi pada kasus kartu kredit :
1.
Pada
April 2010, Aparat satuan Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus
Polda Metro Jaya menangkap kawanan pemalsu kartu kredit. Dari kawanan ini,
polisi berhasil disita 266 kartu kredit palsu lokal dan internasional dengan
total nilai Rp 2,5 miliar. Kawanan ini memiliki mesin untuk mencetak kartu
kredit palsu sendiri di sebuah rumah di Jalan Kartini, Mangga Besar Jakarta
Pusat. Pemalsuan kartu kredit dilakukan dengan menggandakan data kartu kredit
milik orang lain.Data tersebut kemudian dimasukkan dalam kartu kredit palsu.
Penangkapan kawanan pemalsu kartu kredit ini bermula dari laporan seorang kasir
di salah satu pusat perbelanjaan di Blok M yang curiga terhadap seorang pembeli
yang menggunakan kartu kredit mereka yang bentuknya tidak seperti kartu kredit
asli.
(sumber:http://www.tempo.co/read/news/2010/11/01/064288714/Kawanan-Pemalsu-Kartu-Kredit-Ditangkap)
2.
Pada
Juli 2010, Direktorat Reserse Kriminal Khusus menangkap karyawan kafe Starbucks
Tebet Jakarta Selatan, DDB, 26 tahun yang terbukti melakukan pembajakan kartu
kredit para pelanggannya.Pelaku mengumpulkan data kartu kredit dari konsumen
tempatnya bekerja dengan cara struk diprint ulang dan dicatat kode
verifikasinya. Dari situ pelaku berhasil menguasai ratusan data kartu
kredit.Data kartu kredit selanjutnya digunakan untuk membayar transaksi
pembelian alat elektronik Ipod Nano dan Ipod Touch secara online di Apple
Online Store Singapura hingga lebih dari 50 kali. Tersangka dijerat pasal 362
KUHP tentang penipuan dan atau pasal 378 KUHP tentang pencurian serta UU no. 11
tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman penjara di atas lima tahun.
(sumber : http://www.tempo.co/read/news/2010/07/19/064264510/Karyawan-S`tarbucks-Tebet-Bajak-Ratusan-Kartu-Kredit).
3.
Kasus
terbaru kejahatan Carding terjadi pada Maret 2013 yang lalu. Sejumlah data
nasabah kartu kredit maupun debit dari berbagai bank dicuri saat bertransaksi
di gerai The Body Shop Indonesia. Sumber Tempo mengatakan, data curian tersebut
digunakan untuk membuat kartu duplikat yang ditransaksikan di Meksiko dan
Amerika Serikat. Data yang dicuri berasal dari berbagai bank, di antaranya Bank
Mandiri dan Bank BCA. Menurut Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri,
Budi Gunadi Sadikin, pihaknya menemukan puluhan nasabah kartu kredit dan debit
yang datanya dicuri. Adapun transaksi yang dilakukan dengan data curian ini
ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Kejahatan kartu kredit terendus saat Bank
Mandiri menemukan adanya transaksi mencurigakan. "Kartu yang biasa
digunakan di Indonesia tiba-tiba dipakai untuk bertransaksi di Meksiko dan
Amerika," kata Budi. Setelah dilakukan pengecekan terhadap nasabah,
ternyata kartu-kartu itu tidak pernah digunakan di sana.
( sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2013/03/19/087467917/Data-Kartu-Kredit-Ini-Dicuri-untuk-Belanja-di-AS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Your Comment